Berlayar ke Kepulauan Banda (Bagian 1: Selamat Datang di Banda Neira)

“Mereka tidak menganggap Banda itu penting, bahkan banyak yang tidak tahu. Mereka datang ke Banda hanya untuk menyelam, jarang yang mau menelusuri tentang apa yang terjadi ratusan tahun lalu.” menjadi kutipan dari Jay Subiakto yang sangat menohok di dalam behind the scene film Banda yang keluar Agustus nanti. Ya benar, jarang sekali yang tahu apa itu Banda, dimana, atau ada apa disana. Sekalinya ada yang kesana ya mereka hanya terpaku pada alam bawah laut dan keindahan alamnya saja, padahal Banda lebih spesial dari itu semua. Sejarah Banda menjadi daya pikat sendiri buat saya. Menurut saya, tanpa adanya Banda mungkin Indonesia tidak akan sebesar sekarang, Indonesia mungkin juga tidak akan diakui sebagai negara kaya.

20170714_153827_-52535817 copy

Pelabuhan Ambon.

Perjalanan ke Banda tuh seru banget! Dari Ambon katanya ada penerbangan Susi Air, ada yang bilang hanya tiap rabu saja, ada yang bilang 2 kali seminggu, saya pun juga tidak menemukan informasi yang jelas. Namun informasi yang sangat jelas adalah pesawat sekali jalan hanya mampu membawa 16 penumpang, oke itu sepertinya sulit. Akses lain bisa menggunakan kapal (untuk info dan jadwal bisa dicek di website Pelni), kapal yang menuju Banda dan sebaliknya ada kapal Pangrango dan Nggapulu. Menurut saya lima hingga tujuh hari adalah waktu yang pas untuk berada di Banda.

20170714_153946_-649347681 copy

Kenapa saya bilang seru? karena jadwal kapal biasanya hanya ada seminggu sekali dan tidak bisa diprediksi karena tergantung ombak dan cuaca. Bahkan belum berangkat saja kapal pulang saya dari Banda harus sudah diundur dua hari, karena terhambat ombak besar di Papua. Saran saya sih kalau mau ke Banda lebih baik naik kapal Nggapulu, karena lebih besar dan cepat, biasanya 8-10 jam.

20170714_152856_-1746316936 copy

Kapal Pangrango.

Perjalanan pergi saya ke Banda dengan kapal Pangrango bisa dibilang yang terburuk, ombak besar membuat perjalanan saya yang seharusnya 12 jam menjadi 18 jam! Tidak hanya satu atau dua orang saja di dalam barak saya yang muntah karena mabuk laut. Saya sendiri baru dua jam jalan saja sudah lemas karena goncangan kapal benar-benar luar biasa, ditambah lagi tempat tidur saya letaknya di barak paling bawah yang tidak ada bedanya dengan gudang. Bau tidak sedap dari tempat sampah di samping tempat tidur makin menambah rasa mual. Saking penuhnya kapal ini bahkan beberapa orang harus rela tidur di lorong karena tidak kebagian tempat.

20170714_175620_490850431

20170714_154347_1481240467 copy.jpg

20170714_175703_-411146477

Sekitar jam 6 pagi saya naik ke dek dan memesan teh manis hangat, berbincanglah saya di lorong dengan bapak-bapak. Topik dari ombak, cuaca, lalu kapten kapal paling jago se-Maluku jadi bahasan kami, hingga akhirnya kami melihat Pulau Rhun yang menandakan sekitar 1-2 jam kami akan tiba.

20170714_153213_1296843448 copy

Gunung Api Banda.

20170714_153331_-505242514 copy

Pukul setengah sebelas pagi kapal kami melambatkan lajunya untuk masuk ke teluk, menandakan kami sudah benar-benar hampir tiba di Banda Neira. Kecil di balik gunung api saja bentuk kotanya, sangat menarik dari segi geografis.

20170714_141808_557321333

Gunung Api Banda.

20170714_153429_-530088530 copy

Banda Neira.

Sampai di Banda Neira itu rasanya haru dan senang banget, salah satu tempat yang ingin didatangi akhirnya bisa dicentang. Banda Neira ini unik, kota ini akan ramai sekali setiap ada kapal yang masuk. Mulai dari makanan, penginapan, bahkan mie instan-pun bisa habis karena penuhnya orang. Kalau kapal dari Neira ke Ambon sudah jalan, kota ini akan jadi sepi.

20170714_152357_-1418124518

20170714_151430_1631050568

20170714_151104_973385304

DCIM100MEDIA

Selamat Datang di Banda Neira!

Kabarnya musim hujan di Banda tahun ini lebih lama yakni 9 bulan, setiap hari di Banda-pun turun hujan kali ini. Hari ini mungkin saya ditakdirkan istirahat dan berjalan yang dekat-dekat supaya mengenal kota ini lebih dalam sambil saya mencari penginapan, soalnya jarang sekali (mungkin tidak ada) penginapan murah di Banda yang terpampang online.

20170714_144645_344599889 copy20170714_143538_-1410292487 copy

20170714_144026_1039950029

Beruntung sekali saya mendapatkan kamar murah yang hanya sisa satu di penginapan Bintang Laut. Saya benar-benar merekomendasikan penginapan ini karena mereka punya teras yang nyaman banget. Kalian bisa duduk santai menghadap Gunung Api Banda dengan jernihnya air dan ikan-ikan di bawah kaki. Sayangnya di Banda Neira ini orang-orang masih kurang sadar untuk buang sampah pada tempatnya.

20170714_143734_1313664152 copy

20170714_133833_-658108458 copy20170714_133529_450043513 copy20170714_133236_331398659 copy

Hari pertama saya di Banda benar-benar dihabiskan untuk istirahat karena kepala saya masih vertigo hingga esok. Mungkin saya hanya berkeliling sewaktu malam untuk mencari makan, sayangnya di Banda Neira hanya ada satu kedai menjual nasi goreng yang buka malam hari dan antriannya super penuh. Terpaksa saya harus mencari mie instan, itu pun saya harus pindah hingga tiga toko baru saya dapat. Memang benar-benar luar biasa Banda Neira ini. Hari selanjutnya belum bisa saya pastikan akan kemana, saya harus lihat keadaan cuaca. Menyusun ulang rencana kegiatan dan strategi pulau ke pulau jadi hal yang lumrah bila pergi di saat musim yang buruk, tapi tidak mengapa justru malah ini hal yang paling menyenangkan. Sudah kenyang saatnya tidur!

20170714_154951_579307931

Kedai Nasi Goreng.

 

Biaya perjalanan:

Kapal Ambon – Banda (Pangrango):

Rp 120.000

Penginapan:

Rp 150.000/hari

 

Tips:

Cari jadwal kapal terlebih dahulu sebelum memesan tiket pesawat. Jangan terburu-buru memesan tiket pesawat pulang di hari yang sama saat kapal tiba di Ambon. Luangkan waktu sedikit di Ambon saat pulang karena banyak hal tak terduga dalam perjalanan laut, seperti ombak, badai, dan lain-lain.

Penginapan murah ada banyak di sekitar pasar Banda Neira. Keluar pelabuhan belok kanan lalu ikuti jalan, terdapat papan-papan nama penginapan yang ada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s